Beranda Sejarah Silsilah Galeri Agenda Berita Masuk →
السِّيْرَة وَالتَّارِيْخ

Sejarah Susur Galur

Kromojoyo · Bagorejo · Gumukmas · Jember · 1860 – 1938

🕌
بَنِي حَاجِّ صَالِح
H. Sholeh bin Kromojoyo
Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta → Bagorejo, Gumukmas, Jember
1860
Tahun Lahir
1938
Tahun Wafat
78
Usia
Haji
8
Putra-Putri
Tentang Pendiri

Mbah H. Sholeh

Mbah H. Sholeh, yang dikenal dengan nama Kromojoyo, adalah putra dari pasangan Kromojoyo dan Kromojoyo dari Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta. Beliau lahir pada sekitar tahun 1860 di tengah keluarga yang taat beragama.

Pada masa mudanya, beliau merantau ke timur — menyusuri Jawa hingga tiba di Jember. Di sana beliau menemukan tanah yang subur di Bagorejo, Kecamatan Gumukmas — sebuah hutan yang kemudian beliau dan keluarganya babat menjadi pemukiman.

Mbah H. Sholeh menikah dua kali. Dari istri pertama Siti Fatimah, beliau dikaruniai 6 putra-putri. Dari istri kedua Siti Mariyam, beliau dikaruniai 2 putra-putri. Total 8 anak inilah yang menjadi 8 cabang besar Bani H. Sholeh hingga sekarang.

Beliau menunaikan ibadah haji dua kali — menjadi keistimewaan tersendiri di zamannya. Sepulang dari haji yang kedua, beliau membawa serta beberapa putra-putrinya, termasuk Tuminem yang konon lahir saat ibundanya dalam perjalanan haji.

🕌 Haji 2× 🌾 Pembabat Bagorejo 📚 Pewakaf Tanah SDNU ⚰️ Dimakamkan di Bagorejo
Perjalanan Hidup

Linimasa Sejarah

Rekam jejak perjalanan Mbah H. Sholeh dan keluarga besar Bani Sholeh dari masa ke masa

Kelahiran
Lahir di Sentolo, Kulonprogo
H. Sholeh (Kromojoyo) lahir di Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta. Tumbuh dalam keluarga petani Jawa yang taat beragama di lingkungan pesantren.
🌱
~1860
🚶
~1880
Perantauan
Hijrah ke Jember
Merantau dari Yogyakarta menyusuri pantai selatan Jawa hingga tiba di Jember. Menemukan lahan subur di kawasan Bagorejo yang masih berupa hutan lebat.
Pernikahan Pertama
Menikah dengan Siti Fatimah
Menikah dengan Siti Fatimah, putri tokoh setempat. Bersama-sama membangun kehidupan dan membuka lahan Bagorejo. Dikaruniai 6 putra-putri: Siti Asiyah, Mustirah, H. Ridlwan, H. Rodiyah, Tuminem, dan St. Khodijah.
💍
~1883
🕌
~1895
Ibadah Haji I
Menunaikan Haji Pertama
Mbah H. Sholeh menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya. Perjalanan haji di masa itu memerlukan berbulan-bulan menggunakan kapal laut — sebuah perjuangan spiritual yang luar biasa.
Pernikahan Kedua
Menikah dengan Siti Mariyam
Setelah Siti Fatimah wafat, beliau menikah dengan Siti Mariyam. Dikaruniai 2 putra-putri: H. Masduqi dan Sriyatun — melengkapi 8 cabang besar Bani H. Sholeh.
💍
~1900
🕌
~1910
Ibadah Haji II
Haji Kedua — Bersama Keluarga
Menunaikan haji untuk kedua kalinya, kali ini membawa serta H. Masduqi dan beberapa anggota keluarga. Konon Tuminem lahir saat rombongan ini dalam perjalanan — maka dinamai Tuminem yang berarti "lahir di jalan".
Wakaf Pendidikan
Wakaf Tanah untuk SDNU & Pesantren
Mewakafkan sebidang tanah untuk pembangunan Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SDNU) dan musholla di Bagorejo. Warisan ini masih berdiri dan berfungsi hingga hari ini.
📚
~1920
1938
Wafat
Mbah H. Sholeh Wafat di Bagorejo
Mbah H. Sholeh wafat dan dimakamkan di Bagorejo, Gumukmas, Jember. Meninggalkan warisan iman, tanah, dan keturunan yang hingga kini terus berkembang menjadi ribuan jiwa tersebar di seluruh Nusantara.
Warisan Untuk Generasi

Peninggalan Mbah H. Sholeh

🕌
Musholla Keluarga
Musholla yang didirikan beliau masih berdiri di Bagorejo dan menjadi pusat kegiatan keagamaan keluarga besar hingga kini.
📚
Tanah Wakaf SDNU
Tanah yang diwakafkan untuk SDNU Bagorejo masih aktif sebagai lembaga pendidikan yang telah mendidik ribuan anak Bagorejo selama puluhan tahun.
🌾
Desa Bagorejo
Beliau adalah salah satu pembabat dan perintis pemukiman Bagorejo — dari hutan menjadi desa yang kini dihuni ratusan keluarga.
🌳
8 Cabang Keluarga
Delapan putra-putri beliau menjadi cabang keluarga besar yang tersebar ke seluruh penjuru Nusantara — menjaga silaturahmi antar generasi.
📖
Nilai Keilmuan
Beliau menanamkan semangat mencari ilmu kepada seluruh keturunannya — terbukti dengan banyaknya ulama, guru, dan cendekiawan dari Bani Sholeh.
🤲
Tradisi Haul Tahunan
Setiap tahun keluarga besar berkumpul dalam acara haul untuk mendoakan beliau — menjaga kenangan dan memperkuat ikatan keluarga lintas generasi.
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّة
"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga"
✦ HR. Muslim ✦